A.     KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN (PPL)

                         

1.      Program Pengembangan Profesional Berkelanjutan

 

Pengembangan Profesional Berkelanjutan (Continuing Professional Development) yang biasa disingkat dengan PPL atau PPB merupakan kegiatan pengembangan diri dan pembelajaran secara terus menerus.  Sebagai salah satu profesi akuntan,  para pemegang sertifikasi profesi – CPMA (Certified Professional Management Accountant), wajib memiliki tanggung jawab untuk terus menerus memutahirkan dan mengembangkan pengetahuan dan kompetensi profesionalnya.  

 

Karakteristik dari Akuntan Manajemen di antaranya adalah dapat memberikan jasa profesinya dalam multi peran, yakni sebagai konsultan yang membuka praktik individu atau kelompok,  atau sebagai profesional yang bekerja di Entitas perusahaan swasta/BUMN serta juga sebagai instruktur, pembicara seminar dan pendidik.  Pengembangan kompetensi dan pengetahuan merupakan tanggung jawab mutlak tiap individu Akuntan Manajemen. Oleh karena itu,  program PPL ini dapat dikategorikan dalam dua aktivitas, yakni:

-          Program yang berorientasi pada pengakuan kompetensi dari karya dan prestasi individu (output -based).

-          Program yang berorientasi pada pengakuan atas aktivitas terstruktur dari pengetahuan dan ketrampilan  dalam bentuk pelatihan, lokakarya/workshop, seminar dan sejenisnya (input-based).   

Program PPL ini tidak disebut sebagai pendidikan tetapi merupakan suatu pengembangan kompetensi dan pengetahuan yang berkaitan dengan profesi Akuntan Manajemen, yakni, sesuai dengan Sertifikasi CPMA, dibagi dalam empat Modul utama: (1) fundamental bisnis, (2) akuntansi manajemen  & pelaporan keuangan, (3) manajemen strategik, dan (4) corporate governance & manajemen risiko.

 

2.      Tujuan Penyelenggaraan Program PPL

 

Adapun tujuan utama dari penyelenggaraan Program PPL adalah:

a.    Mendorong anggota untuk memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi profesional Akuntan Manajemen secara berkesinambungan.

b.Membekali anggota dengan pengetahuaan dan keahlian mutakhir di bidangnya sehinga mampu menerapkannya dalam menjalankan tugas dan kewajiban profesional sebagai Akuntan Manajemen.

c.  Menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada profesi Akuntan Manajemen dengan menunjukkan bahwa Akuntan Manajemen memiliki standar etika dan kompetensi profesional sesuai dengan harapan masyarakat pengguna jasa.

 

 

 

3.      Kegiatan PPL

 

Kegiatan  PPL yang berorientasi pada output-based terdiri dari:

a.       Menuliskan dan menerbitkan artikel yeng relevan dengan profesi, baik dalam bentuk jurnal maupun buku.

b.      Melakukan atau berpartisipasi dalam suatu program penelitian terkait profesi Akuntan Manajemen.

c.   Menjadi instruktur/pembicara pelatihan, seminar, konferensi dan sejenisnya yang relevan dengan profesi Akuntan Manajemen.

d.      Melaksanakan atau memimpin suatu Project – Work, yang relevan dengan profesi Akuntan Manajemen.

e.     Menjadi anggota Dewan Penguji atau komite-komite teknis pada IAMI atau organisasi profesi lain yang diakui IAMI.

f.     Keberhasilan memperoleh Magister, Doktor, atau Sertifikasi Profesi CA, CPA, CFA atau Sertifikasi dari Organisasi lain yang diakui IAMI.

 

Kegiatan  PPL yang berorientasi pada input-based terdiri dari:

a.       Mengikuti pelatihan, seminar, lokakarya, diskusi panel dan sejenisnya yang dilaksanakan oleh IAMI dan/atau organisasi profesi lain yang diakui IAMI.

b.      Mengikuti pendidikan lanjutan di jenjang S2 (magister), S3 (doctoral) .

c.       Mengikuti pendidikan baik wajib atau volunteer yang tersedia di entitas atau organisasi tempat bekerja

d.      Mengikuti program belajar jarak jauh (On line learning) atau program Work-Based Learning

 

Kegiatan PPL IAMI dapat diikuti oleh Anggota dan Non-Anggota/masyarakat publik  lainnya dan bersifat terstruktur, berorientasi pada input-based,  dengan berbagai variasi durasi dan rencana topik relevan dan isu terkini, sebagaimana tercantum dalam Katalog kegiatan PPL, untuk memfasilitasi  para Anggota  memenuhi  ketentuan pokok PPL sebagaimana dijelaskan dalam butir 4. 

 

4.      Ketentuan Pokok  PPL

 

Setelah melaksanakan kegiatan PPL melalui salah satu atau lebih dari hal-hal yang disebut pada butir 3 diatas, pemegang CPMA wajib melaporkannya kepada Pengurus IAMI, dan memperoleh Satuan Kredit Profesi,  yang konversinya dihitung dan dilaporkan sendiri realisasi SKP secara tahunan ke Sekretariat IAMI (self-assessment), selambatnya pada akhir  bulan Januari tahun berikutnya, sesuai ketentuan sebagai berikut:

a.  Memperoleh 40 SKP dalam periode satu tahun, atau 120 SKP dalam periode 3 (tiga) tahun, dengan syarat bahwa dalam satu tahun harus ditempuh sekurang-kurangnya 30 SKP.

b.   Sekurang-kurangnya 6 SKP per tahun atau 20% dari total SKP yang diwajibkan harus merupakan kegiatan PPL terstruktur yang diselenggarakan oleh IAMI.

 

5.      Mekanisme Perhitungan Satuan Kredit Profesi  (SKP)

 

a.       Perhitungan SKP kegiatan pelatihan, kursus, lokakarya, diskusi panel, seminar, konvensi atau sejenisnya adalah sebagai berikut:

1.      Satu SKP terdiri dari 50 menit efektif;

2.      Durasi kegiatan dibagi 50 menit dan berlaku pembulatan ke bawah

 

b.      Perhitungan SKP untuk peserta kegiatan program pascasarjana dan program belajar jarak jauh.

Bagi peserta kegiatan program pascasarjana diakui jumlah SKP berdasarkan SKS yang diambilnya dengan ketentuan 1SKS = 1 SKP. Dalam periode tahunan, maksimum SKP yang dapat diakui untuk belajar jarak jauh adalah 30 SKP

Keberhasilan memperoleh gelar S2, S3 dan Sertifikasi Profesi akan memperoleh tambahan pengakuan sebesar 10 SKP dan hanya bersifat satu kali, pada tahun perolehan.

 

c.       Perhitungan SKP untuk Pengajar atau Pembicara pada suatu program PPL

Pengajar atau pembicara pada program PPL berhak mendapat SKP maksimum sebesar 1 ½  X peserta program PPL.

 

d.      Perhitungan SKP untuk kegiatan penelitian, riset, dan Penulisan Artikel, Buku atau Jurnal yang dipublikasikan.

Penulis artikel, buku, atau jurnal berhak menerima SKP untuk waktu aktual yang digunakannya, apabila memang waktu yang digunakan dalam melakukan penelitian, riset dan penulisan tersebut meningkatkan kompetensi profesionalnya.  Apabila penulis lebih dari satu orang, maka penulis utama mendapatkan bobot 60% dan penulis lainnya 40%.  Dalam periode tiga tahunan,  maksimum SKP yang dapat diakui adalah 30 SKP.

 

e.       Perhitungan SKP untuk partisipasi sebagai anggota Dewan Penguji/Komite teknis IAMI atau  Organisasi Profesi lain yang diakui IAMI.

Peserta atas kegiatan ini berhak menerima 12 SKP per tahun. Dalam periode tiga tahunan, maksimum SKP yang dapat diakui adalah 36 SKP.

 

f.       Perhitungan SKP untuk kegiatan non IAMI

Kegiatan yang diikuti oleh anggota IAMI harus relevan dengan pengembangan pengetahuan dan kompetensi CPMA dalam bidang fundamental bisnis, akuntansi manajemen & pelaporan keuangan, manajemen strategik, dan corporate governance & manajemen risiko.